LEGA

Mungkin terlalu banyak ungkapan
Perasaan yang meluap luap
Bagaikan angin tornado
Kini meninggalkan puing porak poranda

Perasaan ku sangatlah lega
Pada akhirnya tidak kamu lagi satu satunya cahaya
Tidaklah kamu yang selalu membayang

Semua penyesalan, tak tersampaikan, bahkan bimbang
Telah selesai
Aku tak akan peduli akankah seburuk apa responmu
Disini yang aku perdulikan adalah perasaanku
Aku hanya menuangkan apa yang telah menjadi beban dimasa lalu

Aku sudah sangat baik mengerti
Apa resiko jika hanya mencintai tanpa dicintai
Dengan nafas lega ku hirup dan hembuskan
Inilah aku dengan kalimatku

Karena tidak dicintai
Sudah menjadi biasa dikehidupanku
Bukan berpura tegar tapi kenyataanlah yang membawaku ke tahap ini

Setelah sekian lama kita tak pernah bertemu
Aku berterima kasih telah memberi kesempatan
Untuk mengisi namamu disebilah hatiku
Sampai hari ini

Terima Kasih dan Maaf
Kata yang sangat pantas untuk kau baca
Fokuslah pada kalimat yang kurangkai
Karena kau sangatlah tau
Hanyalah kalimatku yang membawa kau sampai pada bait ini

Aku berharap suatu saat
Aku menemukan orang yang bisa membawaku kembali
Untuk membuka hati yang sudah lama terkunci kuat

Aku memang tak mau menjamah cinta
Sampai pada saat ini aku hanya ingin menutup diri
Menutup diri seakan tak ada cinta di dunia ini
Biarkan semua tetap begini
Agar aku tetap bahagia

Hatiku baik baik saja
Sampai pada waktunya

SAATNYA AKU PULANG

Aku sudah sampai dikota ini
Sulit untuk menjelaskan
Ada ribuan kata dan kalimat
Tapi tak satupun yang menceritakanmu

Aku Ingat
Saat Pertama kalinya kita bertemu
Di sebuah taman kanak kanak
Awalnya aku tak yakin ini sebuah cinta
Karna tak seharusnya cinta ini ada
Kita adalah dua orang anak kecil
Sibuknya kita kala itu adalah bermain

Pada saat ini aku ingin meretas semua kerinduanku
Sudah lama ingatan ini terpendam
Bertahun tahun lamanya
Hingga ingatanmu tentangku telah tiada
Bila saja ada penawar untuk mengembalikan ingatanmu
Ingin kukatakan dengan jelas perasaanku saat ini

Dalam hal cinta
Sudah sewajarnya mempunyai pilihan
Melupakan dilupakan
Mencintai dicintai
Kau tentu mempunyai alasannya
Alasan untuk menghapus ingantanmu tentangku

Apa kau mendengar waktu itu
Detak jantungku terasa lepas
Saat kita duduk diatas ayunan yang sama
Aku terlihat bodoh
Ketika harus bertatapan dan berpegangan tangan
Mungkin pada kala itu kau masih kecil
Kau bahkan tidak pernah berfikir untuk mencintaiku kala itu
Bodohnya aku bila berharap pada kenangan masa kecil

Nama kecil yang kau panggilkan untukku
Aku masih mendengar suaramu saat memanggil namaku
Meskipun saat ini kau tak pernah memanggil lagi
Jangankan untuk memanggil
Kini aku sudah terlupakan
Ini tidak direncanakan
Kau sudah memilih jalanmu
Aku sudah memilih jalanku
Keputusanku adalah kembali dikota ini
Kota yang sudah menemaniku
Mengajariku untuk mengerti resiko mencintai

Maaf aku lancang menjatuhkan hatiku padamu
Kota ini kembali memelukku dengan sejuta harapan
Kita tak saling mengetahui cara Tuhan memilih jalan ini
Sudah lama keinginanku menyampaikan ini kepadamu
Mungkin kita tak akan pernah dipertemukan lagi
Jikalau memang bertemu kau mungkin hanya menganggapku sebagai orang asing
Pada akhirnya perasaanku tersampaikan lewat kata kata ini

Aku begitu mencintai kota ini
Dan tak halnya kau

-Ayu Mayangsari a.k.a Yayang-

 

 

 

Cinta Yang Unik

Aku pernah mengalami perasaan yang aneh dan unik menurutku pertama kali pada saat aku duduk dibangku taman kanak kanak. tak lazim pada anak kecil pada umumnya. aku bisa merasakan dimana jantungku berpacu cepat pada saat aku dekat dengan seorang anak kecil laki laki yang masih terlihat polos, lugu, dan mungkin belum pernah merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Tawa dua orang anak kecil yang lugu menggema saat jam istirahat berlangsung. bunyi besi yang terdengar.. anak anak kecil yang bermain petak umpet dan masih banyak lagi tingkah tingkah lucu. saat itu, aku kenal dengannya.. kami sering bermain bersama, belajar bersama, membagi bekal yang dibawa dari rumah, dan janji janji anak kecil polos. dia sangat senang  menemaniku pada saat istirahat, mengajakku bermain dan bergabung dengan anak anak lain. jujur, waktu kecil aku sangatlah pendiam. sampai pada saat waktu akhir kami bertemu. saat perpisahan, dia dipilih sebagai penari pengisi acara, sedangkan aku tidak. layaknya anak kecil yang polos aku merengek dengan orangtuaku untuk mengikuti pentas perpisahan itu. orang tuaku tidak tega melihatku terus merengek meminta, “Aku ikut, dalam perpisahan itu”. setelah berhasil berbicara kepada kepala sekolahku, aku pun jadi ikut mengisi acara. sialnya, tarianku tak sama dengan tarian dia. sebenarnya aku sedih. “mengapa aku tak sama dengannya?”. tapi apa boleh buat itu keputusan kepala sekolah. aku pernah menanyakan suatu hal padanya “hei, kamu sekolah dimana setelah TK?”. dia menjawab dengan polos ” Aku sekolah SD di komplek ini”. aku pun tersenyum dengan sumringah. aku pun berjanji padanya untuk sekolah SD bersama-sama disekolah yang sama. Hari perpisahan pun tiba, acara berjalan lancar sesuai dengan rencana. liburan pun tiba dan tanpa ada HP dizaman itu. aku tak tau cara menghubunginya. aku pun mendaftar disekolah yang sudah kami janjikan berdua. hari pertama sekolah, aku tak melihat sosok anak kecil polos yang dulu senang menemaniku. hari pertama yang suram. aku mengira kalau dia tak masuk dihari pertama. esok hari.. esok.. esok.. kutunggu sesosok yang tunggu tak ada. aku bingung aku harus kemana dan bagaimana. suatu hari, aku bertemu didepan SD Negeri 3 yang berada lumayan jauh dari sekolah ku. aku berteriak sekuat tenaga memanggilnya “Heiiii…..”. dia membalas teriakkanku dengan sangat keras, suara anak laki laki yang masih polos berteriak ke arahku. itulah akhir dari pertemuan kami. akhir dari sebuah pertemuan dan pertemanan. kami lost concact selama 5 tahun lebih, sampai pada akhirnya. aku mencari teman teman kanak kanak ku dan salah satunya muncul dikotak pencaharian. aku menemukan satu demi satu serpihan masa laluku dan “Bertemu Lagi” dengannya. dengan perawakan yang amat sangat berubah drastis kumis tipis yang sudah tumbuh disekitar daerah dibawah hidung. pertanda dia sedang mengalami masa puber. aku mencoba menghubungi salah satu teman TK ku dan bertanya apakah dia baik baik saja? ternyata selama 5 tahun lebih lost contact dia sudah pernah jadian sama teman ku yang satu ini. teman ku berkata “Lo kamana aja, dia tuh pernah nyariin lo. coba lo hubungin dia deh nih nomornya 08######”. aku mencoba menghubungi dia dalam keadaan senang. dia masih ingat denganku dan kata kataku sampai pada akhirnya aku sadar kalau dia tak seperti yang dulu. dia udah berubah. dia bukan lagi anak laki laki kecil yang polos yang suka menemaniku. dia menjadi sombong, dan semacam dia tak pernah kenal denganku.

sekarang usiaku sudah beranjak 15 tahun, aku, dia, dan teman teman masa kecilku bukan lagi anak polos yang bermain sepanjang waktu. satu persatu dari kami berubah mulai dari raut muka, fsik, sifat, dan lain lain. aku ingin suatu saat, pada waktu aku bertemu langsung dengannya dia menyapaku layaknya aku menyapanya pada saat aku dan dia baru berpisah sekolah. Apakah dia akan berteriak padaku? Apaka dia menyapaku dengan baik? Apakah dia masih menganggapku teman dekat? itu tergantung darinya. semoga dia tersadar. amin.

-Aychan