Diposkan pada Puisi

KAMU

Hai sang cakrawala
Masihkah engkau disana?
Melihat sang senja
Sedang melihat kehangatan sang surya

Mungkin aku tak segagah cakrawala
Tak seelok senja
Dan tak sehangat  sang surya
Tapi bolehkah aku menatap sang cakrawala?
Matamu itu setajam mata elang yang terbang di antara bunga
Membuatku sejenak merasa ada

Aku ada..
Memang bukan berada diantara bunga
Melainkan aku berada diantara pinggiran rasa

Butuh kekuatan untuk pulih
Butuh waktu pula untuk memilih
Tapi itu semua hanyalah mimpi berdalih

Bagaimana aku bisa memilihmu
Jika untuk masa lalu ku saja belum sempat terjamah oleh waktu
Karena aku tau
Lelahnya bertumpu pada harapan palsu

Pada akhirnya kamu berakhir dengan kata
Perkenalan kita hanya mengkisahkan luka
Luka yang ditutupi oleh rasa cinta

Diposkan pada Puisi

Sahabat

Sahabat..
Jika aku kehilangan arah
Tegurlah
Jika aku tak melihatmu kebelakang
Panggilah

Katakanlah dengan jujur
Disaat aku berada dijalan yang salah
Katakanlah dengan lantang
Jika aku menaikkan suaraku

Teman..
Aku tak menuntut
Aku juga tak memaksa
Kita dipertemukan lewat tangan Tuhan
Aku hanya ingin seperti ini
Aku hanya butuh kau disisiku
Tak perlu banyak
Aku hanya perlu kau duduk disampingku
Mendengar keluh kesah
Mendengar celoteh tak karuan

Sahabat..
kau takkan mendengar cerita sedihku saja
Cerita gembiralah yang akan sering kau dengarkan
Sebab keceriaanmu menghiasi hariku

Sahabat..
Tetaplah seperti ini
Tetaplah menjadi mesin ceriaku disetiap waktu
Hingga waktu yang memisahkan