Update!!

Terimakasih yang sudah membaca karya ini di blog ini.
Sekarang aku udah pindah update di Wattpad

Bagi kalian yang masih mau mengikuti karyaku
Bisa baca karya aku di https://www.wattpad.com/user/ayumayangsr
Sekarang aku lagi menggeluti satu judul, kemungkinan diikuti judul yang mungkin segera ditulis.

Semoga impian ku untuk bikin sebuah buku tercapai
Mohon doa dan dukungannya ya teman temann

Dengan baca karya aku di Wattpad. kalian udah sangat membantu
 

TOO GOOD AT GOODBYE

Iklan

Langit Tanpa Awan

Langit bersorak
Meminta awan menutupinya
Meminta awan melindunginya
Meminta awan menyukainya kembali

Langit ingat
Betapa riangnya langit ketika awan ada
Betapa cerahnya langit ketika awan ada
Betapa sempurnya langit ketika awan melengkapi

Langit kesepian
Melihat bulan dan bintang
Melihat senja dan oranye
Mereka selalu berpasangan
Sedangkan langit menatapi kesendiriannya
Awan tak pernah kembali untuk langit
Awan yang selalu muncul bersamaan bersama matahari dan langit
Kini hanya langit dan matahari saja

Waktu demi waktu
Hari demi hari
Langit bertebaran sendirian
Menunggu awan
Masih berharap awan mau kembali
Ketika langit sudah lelah berharap
Dan kini langit sudah terbiasa matahari
Dengan mudahnya awan datang kembali
Merayu sang langit untuk berpasangan kembali dengannya
Sang langit yang tadinya sudah hampir sempurna
Tanpa adanya awan
Dikandaskan oleh bimbang

Tak kuasa menerima drama sang langit dan Awan
Matahari diam menjauhi
Keberadaan matahari
Hanya melihat tanpa berkomentar
Sabar mengamati
Tanpa mengeluhkan kabar
Disinilah aku berperan
Hanya sebagai matahari

 

© Ayu Mayangsari | Pontianak, 2 September 2017

Sekedar Patah

Ketika kau sadar
Kepercayaan dirimu sudah mencapai batas
Dan sekira nya kau siap untuk dihempaskan ke bawah

Kau pasti tak mengerti
Mengapa semua ini terjadi?
Aku pun mempunyai jawaban yang sama
Aku tak tahu

Cinta memang tak bisa ditebak, diprediksi
Maupun di ulang terhadap rasa yang sama

Kepercayaan diriku meruntuhkan segalanya
Terlalu menaruh kepercayaan terhadapnya
Aku telah mengambil langkah yang penuh duri tajam
Siap datang menusukku saat aku ingin menghampirinya
Semakin dekat jarak ini
Semakin derita tubuh ini tergores duri

Dia sedang berdiri
Menunggu sang idaman
Sedangkan aku juga sedang berusaha
Menghampiri dia yang sedang menunggu

Saat dua orang yang sedang menunggu
Tapi menunggu dua orang lain
Datang dan menghampiri
Aku sendiri pun hanya bisa diam
Tak bernyali
Bayangkan ketika aku bernyali
lalu dia kembalikan lagi
Senyuman patah kembali terbaca di wajahku

Apakah ini sebuah hukuman
Ataukah aku hanya menempatkan hati pada orang yang salah
Mematahkan sepatah hati yang baru saja memulai
Meskipun aku tau
Aku akan mendapat kesialan yang sama
Tapi percayalah
Aku tak pernah jera dengan patahnya sepatah hati
Justru kepatahan itulah yang membuatku tak bisa merasakan apapun
Saat jatuh kepatahan paling dalam

© Ayu Mayangsari | Ketapang, 29 Agustus 2017

Tertawa

Tertawa

Benar kata orang
Terlihat dari luar
Tampak baik baik saja

Benar kata orang
Terdapat sejuta duka
Dibalik suara tawa itu

Ada yang berkata
Semua orang bebas berekspresi
Tapi tidak untuk segelintir orang

Ada juga. .
Sifatnya bukan dia
Tidak semuanya asli
Terkadang hidup itu
Seperti menapak di tengah hutan
Terkadang semua itu
Hanya untuk menutupi masalahnya
Masalah yang tidak ada orang yang tau

Cukup dia.
Dibalik cerianya
Terdapat Kelamnya kehidupan

Dia ingin bercerita
Tapi kepada siapa
Dia sendiri tak tahu

Tundukkan kepala
Diam tanpa kata
Dibanjiri air mata

Hanya Sebuah tempat
Bisa mengubahnya
Kembali ceria
Sekolah.

Sekolah tempatnya
Seperti tak ada masalah
Tertawa sepuas hati
Senyuman membawa manisnya hidup

Dan semua itu berubah
Ketika dia pulang

© Ayu Mayangsari | Ketapang, 3 Agustus 2017

Ada Sakit Yang Tak Bisa Dijelaskan 2

Ketika hati hanya bisa merasakan betapa perihnya. Menyakitkan seolah tiada henti menjamuku sebagai tamu kehormatan. Teramat indah sakit ini sehingga membuatku terkesima akan sensasinya. Terbayang-bayang didalam angan, masih mengulang memori yang sama. Banyak cerita dan pengalaman yang akan menjadi saksi bisu dalam tulisan ini tanpa tau berapa banyak hati yang menjerit ketika membayangkan rasanya.

Ketika di “lupakan” oleh seseorang yang teramat membekas dipikiranmu, Karena dia merupakan orang pertama yang memberimu arti Cinta a.k.a “your first love”. Memori yang sangat tajam, membuat otakmu selalu mengingatnya dan merasakan rindu menyesakkan ini. Tapi apalah daya ketika kamu hanya bisa melihatnya sudah dengan total menghapusmu dari ingatannya. Hanya ingatan sebelah pihak yang masih utuh merasakan pahitnya di “lupakan”. Ingin rasa melepas rindu ini memeluknya dan menyatakan cinta yang masih belum terkatakan sampai saat ini. Berekspetasi, berandai-andai, dan memisalnya adalah hal terburuk sampai saat ini Karena pada akhirnya kamu hanya bisa memperhatikannya tanpa dia tau yang sebenarnya terjadi. Telah menjatuhkan hatimu yang masih sangat ingin bertemu dan merindukannya. Dari dulu sampai sekarang rasa cintamu takkan berubah walaupun dia sudah tak mengingat rupa mu seperti apa.

Ketika kamu harus menerima kenyataan dia “menghilang”. Disaat kamu sudah berada sangat diatas atmosfer yang paling indah, disaat itu jugalah kamu harus melihat daratan yang sudah menunggumu dengan permukaan tak seindah diatas. Kamu jatuh seketika, dan melihat takkan ada lagi keindahan yang bisa kamu lihat diatasmu. Ketika semua nya menjadi monokrom, kamu tersadar bahwa dia tak lagi berada disekitarmu. Dia menghilang. Bodohnya kamu masih terus mencari, sampai pada akhirnya kamu harus menerima kenyataan bahwa dia telah menemukan apa yang telah dia cari. Menemukan hati yang paling indah menurutnya. Kenyataan yang begitu pahitnya dengan terpaksa, kau harus menelan semuanya. Sekarang, kamu hanya bisa duduk dan menyaksikan betapa bahagianya dia bersama dengan orang yang paling dia inginkan. Kamu dan dia hanya saling bermain kejar kejaran sampai tidak melihat satu sama lain, padahal kalian hanya perlu berbalik ke belakang dan bertemu. Sebegitu mudahnya hingga kau tak sanggup menolehkan kepala.

Ketika kamu harus tau kalau “Kamu tak dingiinkan”. Kenyataan seperti ini memang mudah ditemui oleh siapapun, kebanyakan orang dan TIDAK SEDIKIT. Cinta memang tak bisa dipaksakan, diprediksi, dan diartikan. Sebagian orang menganggap itu tak adil baginya Karena merasa tidak diinginkan oleh siapapun. Tak bisa merasakan apa arti saling membagi perasaan satu sama lain, memberikan perhatian yang memang tak untuk semua orang, dan hal-hal lazim ketika orang lain berpasangan. Merasakan kekosongan yang sudah sangat lama, membiarkan semuanya mengalir tanpa ada tujuan. Diposisi ini lah ketidaknyamanan menjadi sendiri itupun muncul. Ingin berbagi tapi berbagai penolakkan sudah terpampang nyata di depan muka, maksud hati ingin menjelaskan apa adanya tapi hanya mendapat ketertawaan yang menggelikan. Apakah cinta itu bisa adil berdasarkan ketulusan seseorang? Apakah cinta itu bisa adil berdasarkan porsinya untuk semua orang? Entahlah aku sendiri juga tak tahu.

Andai ada orang yang saat ini sedang membaca, pahamilah baik-baik karena semua orang mempunyai hati dan perasaan yang siapapun tidak memahaminya hanya dirinya sendiri. kamu tidak harus peka terhadap perasaan seseorang tapi kau harus befikir terlebih dahulu sebelum bertindak, agar tidak menyakiti perasaan siapapun. Aku ingin melepaskan sayap berduri yang telah menancap bertahun tahun lamanya. Sampai saat ini hanya menjadi luka yang tak pernah terobati di setiap harinya.

© Ayu Mayangsari | Ketapang, 12 Februari 2017

Menjauh dan Menghilang

           Merasa tau segala hal padahal menjadi sebuah luka diantaranya, ketika ingin mencari sesuatu yang lebih bermakna malah menjadi sebuah petaka. Berkeinginan baik malah menjadi berprasangka buruk, tadinya merasa pertemanan ini akan langgeng. Sekarang? Salah satu diantara kami mencoba “Menjauh”. Kata yang sangat tidak asing bagi seorang Aku, sering menjadi tempat persinggahan, pelarian, bahkan hanya menjadi tempat sebagai seorang teman musiman. Aku sudah cukup kuat untuk berusaha dan mencoba tidak memperlihatkan didepan mereka. Apakah hal itu menjadi hal sangat lumrah bagi mereka? Meninggalkan tanpa pamit terlebih dahulu. Pernahkah kalian menjadi seseorang seperti seorang Aku. Mungkin bagi sebagian orang pernah mengalami tapi hanya mencoba untuk menutupi keadaan sekitar. Berbicara tentang menjauh seorang Aku adalah ahlinya. Banyak alasan seseorang menjauh dari seseorang, tapi alangkah baiknya jika orang yang berusaha menjauh itu berpamitan sebelum pergi. Berusaha menjadi yang terbaik dan berusaha menjadi orang yang tidak butuh orang lain itu sangat sulit. Jika dihitung dalam skala 1-10, aku adalah orang yang memilih 1 teman dari 10 teman. Seorang Aku hanya butuh teman disaat aku sedang tak tahu arah, aku sudah letih untuk berpura-pura. Kenapa kau menghilang disaat aku butuh? Aku tak memikirkan niat yang lain selain mencoba untuk terikat dalam hubungan persahabat. Jikalau kau meninggalkan keadaan seperti ini, kau sama halnya  dengan orang yang pernah singgah dulu. Aku letih mengingat semua keadaan yang membuat kita seperti ini menjauh tanpa alasan, aku mempunyai alasan sendiri yang tak bisa kujelaskan padamu. Mungkin pada saat yang tepat.

Jika kau membaca ini,
Tolong sadarlah!

© Ayu Mayangsari | Ketapang, 29 November 2016

Ingin Diinginkan

Hari-hari ini, beberapa kelibat ku telah tampak tak kasat mata di sekitar mu. Di saat aku ingin menjadi satu-satunya titik yang kau pandang lekat-lekat, kenyataan menjawabnya dengan pahit yang teramat pekat. Sebab, yang ada padaku memang tidak untuk menjadi sesuatu yang menarik perhatianmu. Teriakan yang tak terdengar, atau kamu memang enggan menoleh lalu sadar. Keberadaan yang tak terlihat, atau kamu memang enggan untuk kita menjadi terlalu dekat.

Rasanya aku tak begitu berbeda dengan yang lainnya, namun mengapa tak kamu berikan aku tatapan yang sama? Harus sejauh mana aku menyentuh hatimu, agar setidaknya kamu tak buru-buru berlalu dari sisiku? Kukira mencintai lewat mimpi tak akan pernah senyata ini, kecuali padamu.

Lalu, ketika kini aku terlanjur cinta, rasa ini harus dibawa ke mana? Sementara ke hatimu saja tak kutemukan jalannya.

Kamu terlalu jauh untuk kurengkuh atau kedekatan memang tak pernah kauinginkan? Sebab berulang kali aku menunjukkan diri, namun tak sekali pun kamu menyadari bahwa aku selalu ada. Bagaimana bila rasa ini bukanlah untuk sementara? Bagaimana bila aku tak sanggup lagi untuk menunggu lebih lama? Barangkali terlalu sulit bagimu untuk menaruh peduli, sedangkan terlalu mudahnya aku untuk memberi hati.

Meski kamu memilih jalan yang tak pernah melewati pintu hatiku, ingatlah bahwa itu tak berarti aku tak menunggumu di balik pintu. Bisa jadi, di suatu waktu yang entah, kamu tersesat kemudian berteduh di berandaku. Bisa jadi, di suatu saat yang kelak, kamu menemui nyaman di hangat pelukku. Tetapi, bisa juga tidak.

Meski yang mereka lihat ialah bahwa aku selalu menerima, ingatlah, tak berarti aku tidak berusaha. Barangkali di suatu waktu yang entah, kamu akan mendengar. Barangkali di suatu titik yang entah, aku akan terlihat. Atau barangkali sebelum semuanya itu terjadi, rasa yang ada justru telanjur pergi.

Memberi hati pada orang yang salah menjadi salah satu hobi untukku saat ini, hobi yang membuatku muak dengan kehidupan ini. Aku sangat berusaha menjadi normal.

Semoga di suatu hari yang entah, kamu akan tahu bahwa aku pernah sebegitunya ingin untuk diinginkan. Semoga di suatu hari yang entah, kamu akan tahu bahwa aku pernah sebegitunya ingin untuk terlihat. Semoga pada saat itu, segala sesuatunya belumlah terlambat.