Terima Kasih Telah Mematahkan Hatiku.

Karena kau, aku lebih paham apa artinya nyeri. Terlebih karena aku menjalaninya sendiri.

Kepada yang sudah menjadi asing dan entah. Terima kasih karena pernah singgah. Datang sekadar mengenalkan apa artinya indah. Meski lalu pergi. Kemudian hanya menyisakan nyeri.

Kepada yang sudah menjadi masa lalu. Terima kasih karena pernah menjanjikan masa depan. Setidaknya aku belajar kecewa. Lalu kemudian, bersiap-siap patah sampai dasar terendah.

Kepada yang sudah membuat patah. Terima kasih telah memberi kesempatan hatiku runtuh sampai tak bersisa. Sepertinya, dunia ini sekejap hitam, lalu berangsur abu-abu. Lalu aku harus berjuang sendiri, mencari warna untuk masa depanku nanti.

Kepada kau, yang mungkin nanti membaca ini. Terima kasih telah memberiku alasan untuk membuka diri. Menuliskan semua luka lalu berniat menyembuhkannya.

“Kau tahu, bahwa pada satu titik dalam hidupmu, hati perlu untuk patah. Untuk tahu apa arti berjuang menuju tidak menyerah. Untuk menemukan ia yang bersedia berjalan searah.

Kelak nanti, ia yang seharusnya bersamamu, harus mendapatkan seorang yang mencintai dirinya sendiri. Meski hatinya pernah merasa patah. Meski pernah merasa dunia ini tak pernah memihaknya.”

 

Sc : Via Tumblr
© Tia Setiawati | Tangerang, 22 Agustus 2017

Iklan

Pojok Rasa #2

Keheninganku hanya kata lain, untuk rasa sakit ini
Karna berteriak pun kau tak akan perduli
Seolah aku tak pernah ada di kisah asmara mu

 

Gelombang angin yang menyapu kalbu
Mengisyaratkan kita begitu kaku
Asing seperti berada di dunia berbeda
Sirna tak berbekas

 

Kertas yang tercoret tentu tidak bisa utuh kembali
Biarlah nanti tetap ku simpan kenangan ini
Andai waktu itu aku tau dan waktu bisa putar balik
Aku akan memilih kembali di kenangan ini

 

Tak ada yang ingin tau
Jika sebuah tanya memiliki beribu rahasia
Tak ada yang ingin tau
Jika satu sajak memiliki maksud dan arti beribu kata
Tak ada yang ingin tau
Jika hati ini ingin memilih siapa
Mungkin keingian hati lebih bertahan untuk memilih menyendiri

 

Jangan tunjukkan senyum itu lagi padaku
Senyum itu sungguh menyakitkan hingga
Kaki ku sudah tak kuat menopang harapan yang sudah lama ku biarkan tumbuh dengan suburnya

 

©Ayu Mayangsari | Ketapang, 16 Juni 2017

Pojok Rasa #1

Ku bermimpi dengan mata yang terbuka
Ku melayang diatas awan tanpa terbang
Dan kau datang hampir merubah semua pandanganku tentang cinta

 

Berbagai kata, cerita, dan tawa
Mengundang munculnya kisah
Mengenang harumnya perkenalan
Semerbak bunga klise yang kau tambahkan
Sajak kata mulai ada
Sejak kata perpisahan ada

 

Tak perlu berpura-pura
Jika harus terluka
Pandangan berbeda
Disetiap harinya
Membuat hati merasa
Betapa indah senyuman
Sebelum semuanya dipenuhi luka

© Ayu Mayangsari | Ketapang, 28 Mei 2017