Posted in Penulis

Ada Sakit Yang Tak Bisa Dijelaskan -Part 2-

Ketika hati hanya bisa merasakan betapa perihnya. Menyakitkan seolah tiada henti menjamuku sebagai tamu kehormatan. Teramat indah sakit ini sehingga membuatku terkesima akan sensasinya. Terbayang-bayang didalam angan, masih mengulang memori yang sama. Banyak cerita dan pengalaman yang akan menjadi saksi bisu dalam tulisan ini tanpa tau berapa banyak hati yang menjerit ketika membayangkan rasanya.

Ketika di “lupakan” oleh seseorang yang teramat membekas dipikiranmu, Karena dia merupakan orang pertama yang memberimu arti Cinta a.k.a “your first love”. Memori yang sangat tajam, membuat otakmu selalu mengingatnya dan merasakan rindu menyesakkan ini. Tapi apalah daya ketika kamu hanya bisa melihatnya sudah dengan total menghapusmu dari ingatannya. Hanya ingatan sebelah pihak yang masih utuh merasakan pahitnya di “lupakan”. Ingin rasa melepas rindu ini memeluknya dan menyatakan cinta yang masih belum terkatakan sampai saat ini. Berekspetasi, berandai-andai, dan memisalnya adalah hal terburuk sampai saat ini Karena pada akhirnya kamu hanya bisa memperhatikannya tanpa dia tau yang sebenarnya terjadi. Telah menjatuhkan hatimu yang masih sangat ingin bertemu dan merindukannya. Dari dulu sampai sekarang rasa cintamu takkan berubah walaupun dia sudah tak mengingat rupa mu seperti apa.

Ketika kamu harus menerima kenyataan dia “menghilang”. Disaat kamu sudah berada sangat diatas atmosfer yang paling indah, disaat itu jugalah kamu harus melihat daratan yang sudah menunggumu dengan permukaan tak seindah diatas. Kamu jatuh seketika, dan melihat takkan ada lagi keindahan yang bisa kamu lihat diatasmu. Ketika semua nya menjadi monokrom, kamu tersadar bahwa dia tak lagi berada disekitarmu. Dia menghilang. Bodohnya kamu masih terus mencari, sampai pada akhirnya kamu harus menerima kenyataan bahwa dia telah menemukan apa yang telah dia cari. Menemukan hati yang paling indah menurutnya. Kenyataan yang begitu pahitnya dengan terpaksa, kau harus menelan semuanya. Sekarang, kamu hanya bisa duduk dan menyaksikan betapa bahagianya dia bersama dengan orang yang paling dia inginkan. Kamu dan dia hanya saling bermain kejar kejaran sampai tidak melihat satu sama lain, padahal kalian hanya perlu berbalik ke belakang dan bertemu. Sebegitu mudahnya hingga kau tak sanggup menolehkan kepala.

Ketika kamu harus tau kalau “Kamu tak dingiinkan”. Kenyataan seperti ini memang mudah ditemui oleh siapapun, kebanyakan orang dan TIDAK SEDIKIT. Cinta memang tak bisa dipaksakan, diprediksi, dan diartikan. Sebagian orang menganggap itu tak adil baginya Karena merasa tidak diinginkan oleh siapapun. Tak bisa merasakan apa arti saling membagi perasaan satu sama lain, memberikan perhatian yang memang tak untuk semua orang, dan hal-hal lazim ketika orang lain berpasangan. Merasakan kekosongan yang sudah sangat lama, membiarkan semuanya mengalir tanpa ada tujuan. Diposisi ini lah ketidaknyamanan menjadi sendiri itupun muncul. Ingin berbagi tapi berbagai penolakkan sudah terpampang nyata di depan muka, maksud hati ingin menjelaskan apa adanya tapi hanya mendapat ketertawaan yang menggelikan. Apakah cinta itu bisa adil berdasarkan ketulusan seseorang? Apakah cinta itu bisa adil berdasarkan porsinya untuk semua orang? Entahlah aku sendiri juga tak tahu.

Andai ada orang yang saat ini sedang membaca, pahamilah baik-baik karena semua orang mempunyai hati dan perasaan yang siapapun tidak memahaminya hanya dirinya sendiri. kamu tidak harus peka terhadap perasaan seseorang tapi kau harus befikir terlebih dahulu sebelum bertindak, agar tidak menyakiti perasaan siapapun. Aku ingin melepaskan sayap berduri yang telah menancap bertahun tahun lamanya. Sampai saat ini hanya menjadi luka yang tak pernah terobati di setiap harinya.

Iklan

Penulis:

Kamu tau alasan ku bersajak? Karena bersajak adalah satu satunya media ketika bibirku tak sanggup merangkai kata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s