Imajinasi Terburuk

Aku seharusnya sadar dari awal bahwa aku bukanlah orang yang dia inginkan, yang patut ia perjuangkan dan patut dimenangkan hatinya. Seharusnya aku sadar bahwa seharusnya cinta itu tak boleh di lepaskan begitu saja kepadanya. Aku bukanlah orang yang beruntung, yang hanya bisa berharap seseorang akan datang dan menyatakan cinta padanya. Aku bukanlah orang yang punya sejuta pengagum rahasia  diluar sana, aku adalah orang yang tak pernah merasa dicintai oleh seseorang.

Aku meningkari janjiku sendiri, pikiranku lebih tahu kapan dia harus membebaskan perasaan ini. Aku menyesal membiarkan hatiku menuntun ku tanpa memberi aba-aba ke pikiranku. Aku hanya bisa jatuh hati kepada seseorang tanpa ada yang membalas jatuh hatiku ini.

Secara keseluruhan aku adalah orang yang sangat beruntung dari segala arah. Tapi tidak dengan masalah asmara ku. Dunia ku tentang asmara adalah dunia yang segalanya pahit, lebih pahit dari kopi dan daun pepaya. Adakah orang yang ingin menjatuhkan hatinya padaku? Sepertinya TIDAK sama sekali.

Fisik yang aneh. Semua itu adalah AKU, ciri-ciri yang ditolak orang seluruh pria yang berada dihadapanku. Aku melewati masa pubertasku dengan kesendirian. Ketahuilah, didalam hati kecil setiap wanita pasti mempunyai perasaan ingin memiliki seorang pacar.

Perasaan geli pria pada saat tahu ada seorang wanita yang selalu menunggunya adalah wanita yang dekil. Disitulah ketulusan seorang pria diuji, Memilih yang menyegarkan matanya atau menenangkan hatinya tanpa ada rasa keresahan. tapi sepertinya omongan itu hanya basa-basi belaka yang jelas kelihatan bohongnya. Tentunya si pemeran utama lebih memilih yang menyegarkan mata.

Disetiap post blog ini aku selalu menyiratkan sebuah pesan “Apa rasanya dicintai oleh seorang pria?” itu benar adanya, aku tak pernah merasakannya selama ini. Aku hanya bisa jatuh hati, mencintai, sampai  menunggu pun hanya sebelah pihak semua yang ku lakukan selama ini hanya sepihak. Kapan waktunya aku tahu bahwa ada seseorang disana dengan kedua pihak yang sama-sama tahu dengan ending bahagia. Memang terkesan lebay dan alay, tapi maafkan aku jika kalian membaca ini dengan perasaan sia-sia. Cobalah cermati disetiap kalimat yang kutoreh diatas tombol-tombol keyboard dengan penuh perasaan

 

© Ayu Mayangsari | Ketapang, 29 Agustus 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s