Diposkan pada Tak Berkategori

Malam yang hening (Part 2)

Malam ini masih disudut yang sama dan dikamar yang sama aku merenung, tapi kali ini terasa berbeda ketika bintang dan bulan menjadi teman sejatiku dari jauh. Menemani sepanjang malamku dan memperhatikan dari jauh. Dekat namun tak terasa, sebutan yang pas untuk sebuah rasi bintang yang berada dalam penglihatanku. Cahaya yang membentuk sebuah bentuk memiliki arti tersendiri, layaknya kehidupan. Kita sendirilah yang menoreh kan tinta diatas perjalanan hidup yang penuh bentuk tak beraturan, seperti cinta.. memiliki jalan yang panjang dan secarik kertas berisi torehan perasaan setiap orang. Perasaan beberapa orang menorehnya terlalu dalam sehingga tumpahan tinta membuat secarik kertas itu rusak seperti hati seseorang yang mudah patah karna sebuah penolakan. Penolakan yang baik atau yang buruk tergantung tingkat kedewasaan masing masing dalam menghadapi semua itu.
Seperti seekor burung yang kehilangan sayap saat sudah mulai bisa terbang, no text no call no information etc. Menghilang secara tiba tiba tanpa sebab dan kejadian ini terulang ulang kembali didalam kehidupan masa remaja. Menangis dalam diam, menangis sambil bilang I’m fine, itu sudah cukup menyakitkan untuk didengar. Semua mencari, semua tak mengerti, semua tak tahu, apa arti cinta.. Apakah seperti rasi bintang yang memiliki setiap arti? Apakah kita akan mengetahui arti cinta itu sendiri melalui pengalaman dan kedewasaan diri?.
Apa seseorang yang tak berarti dihidupnya, berhak memarahi si*ntit* ketika seseorang itu merasa cemas?
Bukan siapa siapa kata yang tepat bagi “seseorang” itu. Cemas bukan kata yang tepat dan pertanyaan diatas sangat tak masuk akal.
“kemana aja lu? Gua khawatir tau.. “Sobat”
Hahaha sobat, sahabat, teman, atau apalah itu. Yang menurutnya adalah cara terbaik untuk menyelesaikan semuanya. Tapi bagiku itu sama sekali tidak membantu.
Ada yang bilang, cinta akan tumbuh saat kalian mulai dekat.
Kalimat itu bisa dipercaya ketika kalian mengalaminya secara alami dan percayalah cinta itu berawal dari sebuah kedekatan :))

Iklan

Penulis:

Kamu tau alasan ku bersajak? Karena bersajak adalah satu satunya media ketika bibirku tak sanggup merangkai kata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s