Angin yang kencang tak dapat mengalahkan rasaku

Kau yang sudah mengajariku menjadi kuat, sampai angin ribut menerpaku tak dapat mengalahkan rasaku padaku. Aku belajar banyak hal darimu. Senang, sedih, duka, tawa. Semua itu aku rasakan dengan perasaan yang dapat menampung semua memori yang kau berikan untukku. Inilah aku yang dapat dekat dengan tapi hatimu tak ada didekatku. Aku sudah mencoba berulang kali, menerobos tameng yang seakan menghambatku untuk meraihmu. Teori yang mengatakan “Cinta tak dapat dipaksakan” seolah menjadi pikiran utamaku terhadapmu. Mungkin, selama ini kau sudah dapat membaca pikiranku yang selalu menanamkan rasa padamu. Perhatianku yang seharusnya tak terlihat dimatamu. Aku rasa itu sudah cukup menjadi kode untuk menjadi peka.
Pada saat seseorang mengatakan “Dia akan terlambat”, aku selalu tertoleh kearah jalan yang menghantarku kearah pintu gerbang seolah olah tak ada yang kutakuti, sampai terdengar suara langkah kaki yang tak asing bagiku, melangkah menuju arah kelas yang berada diujung penglihatanku, bahkan angin ribut yang membuat suara ku sendiri tak terdengar dapat merasakan langkah kaki kakinya dari kejauhan. Kekuatan rasa seolah mengikatku terhadapnya. Kau telah mengajari bagaimana bertahan saat ada badai yang menerjangku agar aku tetap dapat menjadi seseorang yang kokoh, kuat, dan tegar. Aku berterima kasih padamu yang telah memberiku nilai kehidupan. Tapi semua itu tak bernilai dimatamu. Dimatamu aku hanyalah seorang cewek yang nyaman untuk menjadi seorang teman 😺

image

© Ayu Mayangsari | Ketapang, 7 April 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s