Cinta Yang Unik

Aku pernah mengalami perasaan yang aneh dan unik menurutku pertama kali pada saat aku duduk dibangku taman kanak kanak. tak lazim pada anak kecil pada umumnya. aku bisa merasakan dimana jantungku berpacu cepat pada saat aku dekat dengan seorang anak kecil laki laki yang masih terlihat polos, lugu, dan mungkin belum pernah merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Tawa dua orang anak kecil yang lugu menggema saat jam istirahat berlangsung. bunyi besi yang terdengar.. anak anak kecil yang bermain petak umpet dan masih banyak lagi tingkah tingkah lucu. saat itu, aku kenal dengannya.. kami sering bermain bersama, belajar bersama, membagi bekal yang dibawa dari rumah, dan janji janji anak kecil polos. dia sangat senang  menemaniku pada saat istirahat, mengajakku bermain dan bergabung dengan anak anak lain. jujur, waktu kecil aku sangatlah pendiam. sampai pada saat waktu akhir kami bertemu. saat perpisahan, dia dipilih sebagai penari pengisi acara, sedangkan aku tidak. layaknya anak kecil yang polos aku merengek dengan orangtuaku untuk mengikuti pentas perpisahan itu. orang tuaku tidak tega melihatku terus merengek meminta, “Aku ikut, dalam perpisahan itu”. setelah berhasil berbicara kepada kepala sekolahku, aku pun jadi ikut mengisi acara. sialnya, tarianku tak sama dengan tarian dia. sebenarnya aku sedih. “mengapa aku tak sama dengannya?”. tapi apa boleh buat itu keputusan kepala sekolah. aku pernah menanyakan suatu hal padanya “hei, kamu sekolah dimana setelah TK?”. dia menjawab dengan polos ” Aku sekolah SD di komplek ini”. aku pun tersenyum dengan sumringah. aku pun berjanji padanya untuk sekolah SD bersama-sama disekolah yang sama. Hari perpisahan pun tiba, acara berjalan lancar sesuai dengan rencana. liburan pun tiba dan tanpa ada HP dizaman itu. aku tak tau cara menghubunginya. aku pun mendaftar disekolah yang sudah kami janjikan berdua. hari pertama sekolah, aku tak melihat sosok anak kecil polos yang dulu senang menemaniku. hari pertama yang suram. aku mengira kalau dia tak masuk dihari pertama. esok hari.. esok.. esok.. kutunggu sesosok yang tunggu tak ada. aku bingung aku harus kemana dan bagaimana. suatu hari, aku bertemu didepan SD Negeri 3 yang berada lumayan jauh dari sekolah ku. aku berteriak sekuat tenaga memanggilnya “Heiiii…..”. dia membalas teriakkanku dengan sangat keras, suara anak laki laki yang masih polos berteriak ke arahku. itulah akhir dari pertemuan kami. akhir dari sebuah pertemuan dan pertemanan. kami lost concact selama 5 tahun lebih, sampai pada akhirnya. aku mencari teman teman kanak kanak ku dan salah satunya muncul dikotak pencaharian. aku menemukan satu demi satu serpihan masa laluku dan “Bertemu Lagi” dengannya. dengan perawakan yang amat sangat berubah drastis kumis tipis yang sudah tumbuh disekitar daerah dibawah hidung. pertanda dia sedang mengalami masa puber. aku mencoba menghubungi salah satu teman TK ku dan bertanya apakah dia baik baik saja? ternyata selama 5 tahun lebih lost contact dia sudah pernah jadian sama teman ku yang satu ini. teman ku berkata “Lo kamana aja, dia tuh pernah nyariin lo. coba lo hubungin dia deh nih nomornya 08######”. aku mencoba menghubungi dia dalam keadaan senang. dia masih ingat denganku dan kata kataku sampai pada akhirnya aku sadar kalau dia tak seperti yang dulu. dia udah berubah. dia bukan lagi anak laki laki kecil yang polos yang suka menemaniku. dia menjadi sombong, dan semacam dia tak pernah kenal denganku.

sekarang usiaku sudah beranjak 15 tahun, aku, dia, dan teman teman masa kecilku bukan lagi anak polos yang bermain sepanjang waktu. satu persatu dari kami berubah mulai dari raut muka, fsik, sifat, dan lain lain. aku ingin suatu saat, pada waktu aku bertemu langsung dengannya dia menyapaku layaknya aku menyapanya pada saat aku dan dia baru berpisah sekolah. Apakah dia akan berteriak padaku? Apaka dia menyapaku dengan baik? Apakah dia masih menganggapku teman dekat? itu tergantung darinya. semoga dia tersadar. amin.

-Aychan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s