Memalsukan Semuanya

Sabtu, 14 Juli 2018

Pernah kalian merasa jenuh? karena melihat orang yang kalian sukai sedang berduaan dengan orang yang sedang dicintainya, hingga pada akhirnya kalian memutuskan untuk memalsukan semuanya.

Entah apa yang sedang merasuki rasa hingga berfikir untuk menghilangkan semuanya. Aku tahu melakukan ini malah menyakiti diri sendiri tanpa bisa berfikir dewasa. Pemalsuan ini disebabkan oleh rasa tak terbalas yang dia berikan, aku kesal melihat dia dengan yang lain dan disisi lainnya aku tak bisa mendapatkan orang lain seperti dia bahkan terlihat lebih.

Aku memang tak banyak bercerita tentangnya dengan orang lain selain dengan puisi-puisiku. Aku selalu bercerita pada layar kaca yang bahkan tak bisa menjawab sepatah perkataanku.

Aku mengarang semuanya.
Aku seolah olah mendapatkan yang lebih darimu, seakan akan aku dengan mudahnya melupakan cinta tak terbalasku. Padahal jika kau ingin tahu, aku sengaja mengarang semua cerita agar kau tahu bahwa aku juga bisa melakukan apa yang kau lakukan. Aku hanya tak ingin di cap penakut atau pecundang dalam memiliki rasa.

Hingga sampai saat ini, aku merasa semuanya hilang tanpa bekas. Apakah sebenarnya ini yang ku inginkan?. Tidak. Aku tak ingin kau menghilang,

Tapi, dengan aku begini saja takkan ada orang yang merasa risih atau cemburu aku sedang jalan dengan yang lain. Prasangka ku saja yang begitu angkuh mengiramu akan tak suka ketika aku dengan yang lain.

Mungkin kenyataannya, kau hanya menjalani hidupmu sebagaimana kau menjalani hari biasanya.

Apakah aku hari menyudahi semuanya dan mengungkapkan rasa?
Lalu mendapatkan penolakan seperti biasanya, hopeless
Kurasa aku takkan pernah layak berada diantara lengan dan jemari tanganmu.

 

Rep.
Ayu Ms.

 

Iklan

First and Last 17

14 Juni 2017

17 Tahun. Umur yang saat itu terlihat begitu spesialnya hingga di tahun 2017 aku sangatlah kenyang, bagaimana tidak hampir disetiap bulan pasti ada saja yang merayakan ulang tahun mereka. Mereka bilang umur 17 Tahun itu merupakan Golden Age.

Saat umur 17 tahun, untuk pertama kalinya terdaftar sebagai WNI resmi wkwk receh bet dah gue. Kalian mendapat SIM, bisa mendaftar kartu member belanja atas nama kalian sendiri. Duhh senengg. Eitss tunggu dulu dimana ada suka pasti disitu ada duka. Yapp, kalian akan merasakan ketakutan akan menjadi seorang yang dewasa dimata para manusia. Mungkin sebagian dari kalian juga merasakan hal yang sama, merasakan takut untuk menjadi panutan, takut untuk berpikiran matang, dan terutama takut takkan bisa menjadi dewasa.

Kata mereka, umur 17 Tahun adalah tahun dimana kalian akan mendapatkan semua yang kalian impikan dari lama. Seperti pangeran yang tiba-tiba datang membawa bunga lalu menjatuhkan sebuah ciuman pertama. Oh Gosh.. Kalian kebanyakan nonton drama, mungkin sebagian orang mendapati hal yang sama tapi bagi orang pengecut sepertiku It’s never gonna happen gurl. Jadi jangan banyak berharap di “Golden Age” kalian.

Back to my own story. .
2017 adalah tahun dimana aku memupuk rasa dengan seorang pria, panggil saja dia Rep. Kalau diantara kalian ada yang bertanya “Kak, gak takut ketauan ngasi inisial?”. Jawabannya “TIDAK”.
Hahaha boro-boro mau baca blog ini. Gue bikin puisi segunung aja dia gak peduli, mungkin dipikirannya hanya ada seorang cewek Muslimah yang gue sendiri tahu siapa orangnya. Gue mah apa atuh, cuman serpihan debu. Nah si Rep ini orang yang pertama berhasil bikin gue jatuh cinta lagi setelah 2 Tahun gue vakum dalam masalah percintaan, beneran deh ini gua gak bercanda. Thanks ya buat Rep kalau lo baca artikel kebodohan gue.

2017 adalah tahun dimana transisi puisi gue pindah menjadi sebuah mahakarya Wattpad yang berjudul Too Good At Goodbye . Sebenarnya dibalik gua transisi di wattpad ada maksud tersembunyi yang akan banyak tertuju sama Rep. Sejak awal gue memulai nulis di blog pasti ada aja berkaitan dengan apa yang terjadi dalam kehidupan percintaan gue, yah salah satu harapan gue satu dari sekian banyak karya yang gue buat pasti pernah dibaca sama orang yang gue harap. Sesederhana itu dan karena di wattpad gampang di share makanya gue ambil langkah Panjang. Setiap gue bikin 1 part pasti gue bagiin entah itu di Snapgram atau di SnapWA. Dan sekali lagi berharap, si Rep bakalan nyadar kalau selama ini dia orang yang gue jadiin inspirasi tiap hari. Setiap kali gue bawa laptop ke sekolah dan beralasan nulis puisi, orang dibalik puisi itu adalah Rep. Beragam perasaan yang pernah gue rasain, dari dibuat melambung setinggi tower Burj Khalifa, terus diabaikan, merasa tidak berteman seperti teman pada umumnya, sampai tidak menegur satu sama lain, dan yang paling parah adalah merasa kehilangan padahal jadian aja kagak. Mungkin si Rep aja najis kalau dia tahu bahwa selama ini gue sebegitu kekehnya mau buat dia suka sama gue iuww.. maap ya Rep kalau gue terlihat maruk. Kalau lo mau tahu lebih jelas cerita tentang lo, coba deh lo stalking blog dan Wattpad gue pasti terceritakan dengan jelas :).

2017 adalah tahun dimana gue takut bakalan gak keterima di Perguruan Tinggi Negeri dan mengharuskan gue untuk sebuah bimbingan belajar di Yogyakarta, tempat aku bertemu pria ini. Panggil aja Aka. Aka adalah seorang pria yang sangat ambisius dalam mengejar keinginan dia, dan dia adalah orang pertama yang aku temui sebagai pria dengan nada yang sangat lembut dan perlahan ketika ia bicara. Dijamin deh, cewek mana yang gak akan meleleh udah pinter, berparas tampan, behh pokoknya perfect luar dalam ehemm. Entah mengapa gua excited liat cowok ini, entah karena keinginan dia sama dengan gue. Berawal dari First Impression yang mengira dia adalah seorang pria songong layaknya pria tampan lainnya. Tapi, setelah mulai berkenalan FI gue ngilang begitu aja. Pandangan gue sama dia jadi melted parah. Gue sih belum bisa banyak cerita tentang cowok ini karena menurut gue dia belom mempunyai ciri khas yang begitu membekas seperti Rep. Tapi setidaknya dia adalah orang yang bisa menghiburku dikala aku merindu Rep tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Tanggal 14 Juni 2018 I’m turning 18
Yang artinya bye-bye my Golden Age, I’ll never see you again. My Highschool time was over. Thanks, You give me such a beautiful experiences. I’m gonna miss you Golden Age

 

Love, Ayu Ms

Farewell Poem’s

Mengenang Kita
Karya : Ayu Mayangsr

Tersebut namamu tiga tahun lalu
Putih Abu-abu
Masih kuingat ku kenakan celana putih biru,
Memandang wajah-wajah baru dengan obrolan kaku.

Detik berganti dengan detik yang baru
Menit demi menit terus berlalu
Jam silih berganti ditelan oleh sang waktu.

Aku mulai akrab pada suasana yang mulai berjalan seperti biasanya
Begitu banyak suka dan duka
Cerita yang pernah ada
Takkan mungkin di lupa begitu saja
Canda dan tawa salah satunya
tak ada yang tak membekas saat-saat kita bersama
semua teramat mengenang.

Mulai hari ini dan esok
Takkan ada lagi aturan untuk dilanggar
Takkan ada lagi rambut yang harus dipotong dadakan
Takkan ada lagi julukan candaan
Takkan ada lagi makanan kantin yang pasti dirindukan
Takkan ada lagi kelas yang seketika beralih fungsi sebagai tempat tidur ternyaman
Takkan ada lagi ulangan-ulangan yang harus dikerjakan
Takkan ada lagi kisah cinta dari pasangan terkenal
Takkan ada lagi nyanyian-nyanyian bak suara artis papan atas
Takkan ada lagi teriakkan dari sang bendahara kelas
Takkan ada lagi obrolan merambat saat jam kosong kelas
Takkan ada lagi modus-modusan dengan adik kelas
Dan masih banyak “Takkan ada lagi” yang akan segera menghilang
Saat kita harus mengenal kata perpisahan.

Hari ini dan esok akan menjadi saksi
Bahwa pertemanan kita belum berakhir
Kita hanya akan mengejar mimpi masing-masing
Dengan kembali menempuh jalan yang terbentang panjang.

Saat nanti kita tidak bersama lagi
Aku ingin kita berjanji pada hati
Berjanji untuk tidak pernah melupakan
Melupakan semua kenangan perkenalan dan candaan tentang kita.

Sebuah pilihan yang indah berakhir dengan perpisahan
Terasa begitu nyata saat semua dari kita meraih kelulusan,
mengakhiri cerita kita disekolah tercinta
Menutup lembaran terakhir buku kenangan.

3 tahun, 36 bulan,
144 minggu, 1008 hari,
Terukir berjuta-juta kenangan di dinding sekolah
tiap sudut memiliki cerita.
Gerbang yang dulu selalu menyapa selamat datang dikala pagi
pulang sambil bermain.
Sapa dan canda tawa teman berseragam yang takkan pernah terdengar lagi nanti.

Can’t Ignore

30 Maret 2018

Siapa sih yang dak mau perasaannya terbalas? Setiap orang ingin tahu dan pasti berkeinginan. Walaupun mereka tahu kalau mereka tak pantas.

Untuk sebagian orang mungkin terlihat mudah perasaannya terbalas. Tapi bagi mereka yang tidak pernah, mungkin hal itu yang akan menjadikan mereka selalu bertanya-tanya tentang apa artinya dicintai oleh seseorang.

Mereka mungkin pernah dan sering berkata jika mereka tidak perlu. Alibi mereka selalu begitu agar tidak terlihat lemah diantara mereka yang sedang dicintai. Tapi nyatanya? Mereka sangat ingin dicintai tanpa merasa sakit hati.

Luka mereka sudah sangat mengiris, hingga mereka terlalu tahan untuk berdiri diatas duri menggergaji.

Bagi mereka, mencintai seseorang adalah sebuah petaka. Karena mereka tahu mencintai adalah hal yang sia-sia ketika mereka tidak terbalaskan. Bahkan ditolak bahasa kasarnya.

Satu dari sekian banyak alasan menjelaskan bahwa mereka sudsh muak dengan semua jalan cerita yang sama. Hanya satu cerita dengan berbagai alur cerita. Semua seakan mempunyai tahap mencinta dan dibiarkan saja.

Apa mungkin suatu saat mereka akan dicintai seperti mereka mencintai?

Mereka tak akan pernah siap terima, apa yang terjadi didepan mata.

Still Try

30 Maret 2018

Aku mencoba, untuk tidak bertanya tentang kabar dan dimana kamu. Aku sedang mencoba untuk tidak menuliskan beberapa hari terakhir.

Sedikit susah. Awalnya.
Tapi untuk sekarang sudah tidak, aku berusaha untuk tidak berurusan denganmu lagi.

Aku sengaja, menghilangkan namamu dari apa-apa yang membawa rasa dan tidak diinginkan. Rasanya ada ruang kosong yang tidak ada ujungnya.