Hampa kesal

Ku ingin membentak sebagian diri yang belum tahu diri.

Membiruhitamkan memar yang sudah lama terbekas.

Iklan

Masih.

9 November 2018

Apa? Apa lagi? Belum cukup?
Puan mu mempertontonkan foto yang kau kirimkan khusus padanya.
Tiap kali aku membuka akun puan mu itu sedang senang senangnya menjadikan foto darimu menjadi story.

Tampaknya puanmu belum puas menyentak air mataku berkali-kali.
Setiap kali, setiap postingan yang menunjukkan kotamu, air mataku mengalir tanpa sebab dan permisi.
Aku lelah, aku enggan tuk melanjutkan. tapi aku tak bisa melepasmu sebelum kau tahu, seperti aku yang membisik suatu hari kau harus tahu bahwa aku menyukaimu.

Berkali-kali kutuangkan pikiran ku dalam tulisan sendiri untuk dibaca sendiri. mengatakan sendiri. aku mencintai diri sendiri. miris.

Aku ingin sekali kau berteriak padaku “AKU TIDAK SUKA PADA MU, STOP MEMBUAT PUISI TENTANGKU”

aku capek rep, capek. pengen berhenti, tapi dak bise. aku tau kau dak suke dan dak pernah maok tau. tapi masih tetap, aku suke. bodoh kan? mumpung bodoh gratis.

 

 

 

Beberapa sisa kenangan

Malam tadi, kenangan ini berusaha menahanku untuk tidak pergi. Kembali mengingat masa masa yang ingin kuulangi kembali.

Aku ingat, ketika kamu bertandang futsal lalu aku bilang tidak bisa 2x. Hingga saat ketiga kali aku rela datang malam malam hanya untuk datang menonton mu berkeringat lalu kau bilang “Makasih ya yu, udah mau datang.” lalu aku tersenyum sumringah tepat saat kau berbalik badan. Saat itu, aku ingin memberi minuman dan sebuah lap keringat tapi apalah dayaku yang bukan apa-apa padahal kedua hal itu sudah kubawa. Lalu beberapa kali, kau sempat menitipkan jam tangan padaku. Memang ga seberapa, tapi aku senang luar biasa. Astagaaa Tuhan, kenapaa?

Lalu saat-saat terakhirmu, aku melihatmu senang bukan kepalang lalu kau bumbung perasaan ku dengan sangat tinggi. Kau mencubit cubit lengan sebelah kanan kiriku secara bergantian. Jujur, senyumku tak tertahankan dengan sekejap pipi ku serasa mengembang tak mau menghilang. Lalu aku tahu alasanmu begitu, karena bahagia mu bukan karena aku tapi karena sesuatu. Aku mencintaimu, selalu, entah sampai kapan jangan tanyakan aku perihal menunggu. Karena aku selalu betah menunggu lama-lama tanpa rasa terarah.

 

Sepertinya Kau Sudah Tahu

29 September 2018

Terlihat dari gelagat mu, sepertinya kita berdua sudah tahu. Bahwa aku saja yang menyukai mu tanpa kamu memiliki perasaan yang sama.

Aku sadar, kamu punya beberapa alasan yang klasik yang sudah bisa kuterima seperti yang sebelum sebelumnya.

Jika kau membantah semua pendapat ku dalam hal ini, dalam arti kau juga memiliki rasa yang sama. mengapa tidak memberitahuku dari awal? sungguh menyenangkan ketika tahu kau juga memiliki rasa yang sama.

Tenang, paragraf ke-3 hanya sebatas kemungkinan dari sekian banyak kejadian realitas yang harusnya sudah kumengerti dari awal.

Aku sudah kehilangan percaya diri jika itu tentang dirimu. Memang, aku rindu ketika tak mendengar kabar darimu. Apalagi tak bertemu.

Aku juga tahu, jika aku bukanlah satu-satunya orang yang mengharapkan kau juga memiliki rasa yang sama.

Sungguh pahit, jika harus menerima kenyataan yang sama berulang kali.
Maaf
Terima kasih

 

 

 

.Ayu Ms.
Rep

Boleh aku rindu?

Ingin kuteriakkan padamu bahwa aku RINDU.

Ingin ku tarik dirimu lalu kupeluk dengan erat tanpa sempat terhirau

Ingin ku tersedu tangis rindu yang sejak lama kupendam sendu

Ingin aku menatapmu dalam dalam mengatakan bahwa betapa perih saat aku tak bisa melakukan apa apa

Ingin aku teriakkan rasa yang telah lama mengambang bersama puing-puing kenangan yang sedikit kau bagi

Aku hanya takut dan tak dapat membayangkan, saat ku tarik dirimu dalam dunia nyataku. Kau hanya akan menjawab “Maaf, rasaku sudah untuk seorang yang bukan kamu.”

Beritahu aku, jika hatimu sedang terjeda. Aku dengan senang hati, mengisi sedikit luang yang kau sediakan untuk beberapa orang bernasib sama seperti yang kau sebut, aku.