Diposkan pada Penulis

| Memahat Kecewa.

Hei . . .
Terimakasih
Atas pertemuan kemarin
Kejutan mu sungguh tak terduga
Aku tenggelam dengan pengharapan dalam rindu yang melega
Ternyata aku salah melangkah
Kau suguhkan aku dengan keheninganmu
Intuisi sudah tak mengenal siapa
Kau lenyap tak berjejak
Tersisa hanyalah raga yang telah hilang perangai.

Aku tak dapat menarik konklusi akhir tatapannya
Aku tersesat dalam sebuah pikiran celaka
Pergelutan antara rasa dan logika
Cemas akan segala hal.

Sudahlah mulai sekarang
Terminasi menampakkan kejelasan
Aku hanya ingin meminta maaf
Jika aku pernah berbuat salah
Sekali lagi,
Maaf.

Iklan
Diposkan pada Penulis

| Tangisku (lagi).

Aku hanya sedang mencintaimu
Tak lebih
Aku rindu
Aku rindu segala aspek yang waktu persilahkan untuk bertemu
Aku menaruh tangis yang begitu tersedu
Aku tak tahu mengapa rasa ini begitu berlebih

Aku tahu kamu tidak sendiri
Ada orang lain yang lebih kamu pilih
Tangisku semakin menjadi
Mataku sembab
Hidungku sulit bernafas
Aku hanya punya segelintir kenangan yang pernah kita punya
Setidaknya hanya itu yang aku punya

Aku ingin bertemu
Aku ingin mengusap rambutmu sambil berbisik “Aku mencintaimu”
Mungkin kata-kataku tak pernah berguna padamu
Aku hanyalah seorang penulis puisi yang tak pernah mencapai hatimu

Aku ingin bertemu
Aku ingin mendengar ocehanmu yang tak pernah berhenti seperti kala itu
Aku ingin mendengarkan semuanya
Aku ingin menjadi tempat sandaranmu ketika kau butuh dan terjatuh

Diposkan pada Penulis

| Sebuah perjalanan.

Ku mendambakan mendambakanmu
Bila kau butuh telinga tuk mendengar bahu tuk bersandar raga tuk berlindung
Pasti kau temukanku di garis terdepan
Bertepuk dengan sebelah tangan.

Masih betah tanpa cadangan.

Diposkan pada Penulis

| Tumpul.

Apa yang telah terjadi pada diri ini?
Kau bahkan tak bisa menulis lagi. Kau seakan tak ada inisiatif.
Kau mau menyalahkan siapa?
Dia? Dia yang telah merobek luka mu yang telah sembuh (lagi)?
Masih kau percayakan dia?
Masih bertahan pada orang yang sama?
Sudah tahun ke berapa ini? 2? 3?
Dasar kau! tak tahu aturan.
Dia bahkan sudah tak lagi sama, bahkan dia tak tahu perasaanmu.

Sudahlah. . .
Kau sudah cukup lelah merana.
Kau tahun ini 19 dan belum ada apa-apa.

Diposkan pada Penulis

Bosan bertanya akan rindu

Saat terlalu jemu, berharap pada rindu yang selalu sendu. Sendiri menantikan seseorang tak pasti.

Sudah tahu selamanya akan begini. Masih saja diberi sajak yang berarti. Tidak tahu diri sekali jiwa ini. Terguncang pada rindu sendiri. Apalagi muncul sesak yang tak tahu diri.

Aku sudah muak. Mencintai tanpa dicinta. Bertahan tapi tak ditahan. Merindu tapi tak dirindu.

Tuhan, tolong bantu aku keluar dari lingkar penuh sesak. Aku hanya merasa sendiri, dia bahkan tak pernah memikirkanku. Tolong sembuhkan aku dari rindu tak tahu sudah berujunh. Dia seseorang yang muncul menjelma sebagai teman baik, tak ada niat untuk lebih. Lalu aku yang terlalu berharap lebih, dan akhirnya sakit sendiri. Seperti yang sudah sudah kulalui

 

Love, Ayu Ms